Dalam rangka membekali kader dengan pemahaman mengenai aturan formal organisasi, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Rejoso sukses menggelar kegiatan Diklat Persidangan sebagai puncak rangkaian pra-Konferancab XVII. Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di MWC NU Kecamatan Rejoso.
Diklat Persidangan ini diadakan dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam kepada kader terkait mekanisme dan aturan formal organisasi, mengingat konferensi merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat kecamatan yang harus dijalankan sesuai dengan koridor Peraturan Organisasi (PO) serta PD/PRT IPNU IPPNU. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengikuti dinamika persidangan secara tertib, memahami teknis penggunaan palu sidang, serta memiliki kecakapan dalam menyampaikan argumentasi maupun interupsi secara etis dan konstruktif. Dengan adanya pembekalan tersebut, proses regenerasi kepemimpinan dan penyusunan program kerja ke depan diharapkan dapat berjalan secara demokratis, legal, dan menghasilkan keputusan yang berkualitas bagi kemajuan IPNU IPPNU di Kecamatan Rejoso.
Peserta Diklat Persidangan ini merupakan seluruh ketua atau perwakilan dari masing-masing pimpinan ranting se-Kecamatan Rejoso. Kegiatan ini diisi oleh Rekan Syahdan dari Departemen Organisasi Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Nganjuk sebagai pemateri utama.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PAC IPNU Kecamatan Rejoso, dilanjutkan sambutan oleh Rekan Syahdan yang mewakili PC IPNU IPPNU Kabupaten Nganjuk, serta sambutan terakhir oleh Bapak Imam Suwarji yang mewakili MWC NU Kecamatan Rejoso.
Pelaksanaan Diklat Persidangan PAC IPNU IPPNU Rejoso dilakukan dengan pendekatan simulasi intensif yang memadukan teori dan praktik secara langsung. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai tata tertib persidangan, fungsi ketukany palu, hingga etika interupsi. Setelah pemahaman teori dirasa cukup, peserta dibagi ke dalam beberapa peran, seperti pimpinan sidang, sekretaris, dan peserta sidang, guna mempraktikkan secara langsung jalannya sidang pleno maupun sidang komisi dalam suasana yang dikondisikan menyerupai pelaksanaan Konferancab yang sesungguhnya.
Selama simulasi berlangsung, peserta dihadapkan pada berbagai skenario, seperti perbedaan pendapat yang tajam hingga kondisi forum yang tidak kuorum. Hal ini bertujuan untuk melatih ketegasan pimpinan sidang serta kecerdasan peserta dalam melakukan lobi dan menyampaikan pendapat secara bijak. Kegiatan kemudian ditutup dengan evaluasi menyeluruh dari instruktur untuk mengoreksi kesalahan teknis maupun sikap peserta, sehingga pada pelaksanaan Konferancab XVII nantinya seluruh kader telah siap secara mental dan tidak canggung menghadapi dinamika forum.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat lahir kader-kader yang kritis dalam mengevaluasi laporan pertanggungjawaban serta visioner dalam merumuskan program kerja. Dengan demikian, hasil Konferancab PAC IPNU IPPNU Kecamatan Rejoso benar-benar mampu membawa perubahan positif bagi organisasi. Pada akhirnya, suksesnya Diklat Persidangan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terpilihnya kepemimpinan baru yang sah secara konstitusi serta didukung oleh seluruh anggota melalui proses yang demokratis dan transparan.
Pewarta : Imroatul Musarofah