Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Baron sukses menyelenggarakan kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) Zona 2 sebagai langkah awal pengkaderan pelajar Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, bertempat di Yayasan Darussalam Sambiroto(Sabtu-Minggu/ 25–26 Januari 2026).

MAKESTA Zona 2 mengusung tema “Membentuk Kader NU yang Kompetitif Berlandaskan ASWAJA”. Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA) kepada pelajar, sekaligus membentuk karakter kader NU yang berakhlakul karimah, berwawasan keislaman dan keindonesiaan, serta memiliki daya saing di tengah perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai ke-NU-an.

Peserta kegiatan merupakan pelajar berusia 12–18 tahun yang berasal dari wilayah Zona 2, meliputi Sambiroto, Gebangkerep, dan Baron. Sebanyak 46 peserta tercatat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MAKESTA Zona 2 dengan antusias.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara terstruktur dan terjadwal, dimulai dari pembukaan, penyampaian materi, hingga penutupan yang disertai dengan pembaitan peserta MAKESTA. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, dan ketertiban organisasi.

Acara pembukaan dihadiri oleh Fatkhur Rohman selaku perwakilan Yayasan Darussalam, Imam Ghozali selaku Ketua Tanfidziah MWC NU Baron, Ghofur selaku Ketua NU Ranting Sambiroto, Serta Muhtar Dwi Saktiardi selalu kepala MTs Darussalam.

Forum MAKESTA Zona 2 dipandu oleh pelatih dari PC IPNU Nganjuk yang telah berpengalaman di bidang pengkaderan. Materi yang disampaikan berjumlah lima materi utama, meliputi materi Keindonesiaan oleh perwakilan Koramil Baron, materi ASWAJA dan Ke-NU-an oleh M. Fauzi selaku pengurus MWC NU Baron, materi IPNU-IPPNU, materi Keorganisasian oleh Musyarafah selaku Ketua Fatayat NU Baron, serta materi Leadership yang disampaikan oleh M. Hafidz Romadlon, Ketua PAC GP Ansor Baron.

Dalam sambutannya, Afilatul Rohman, Ketua PAC IPNU Baron, menyampaikan bahwa MAKESTA merupakan gerbang awal bagi pelajar untuk masuk dan berproses dalam organisasi IPNU-IPPNU. Ia menegaskan pentingnya pengkaderan yang mampu melahirkan kader-kader unggul dan memiliki daya saing di era saat ini.

Sementara itu, Fatkhur Rohman selaku perwakilan Yayasan Darussalam menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MAKESTA Zona 2. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif dan relevan bagi pelajar, serta dapat menjadi alternatif pengganti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) karena di dalamnya juga memuat materi kepemimpinan.

Adapun Imam Ghozali, Ketua Tanfidziah MWC NU Baron, mengaku bangga atas terselenggaranya MAKESTA Zona 2. Ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.

“Baik dalam keadaan senang maupun tidak senang, kegiatan ini harus tetap dijalani, karena MAKESTA menjadi ajang berkreasi dan berkhidmat di IPNU-IPPNU,” ujarnya.

Selain materi dan pembinaan formal, MAKESTA Zona 2 juga dikemas secara serius namun tetap menarik. Hal ini terlihat dari adanya pentas seni (pensi) yang digelar pada malam hari. Pensi tersebut diisi oleh penampilan kreatif para peserta dan berlangsung dengan penuh antusiasme serta semangat, sehingga menciptakan suasana kebersamaan, mempererat solidaritas, dan menambah semangat peserta dalam mengikuti rangkaian pengkaderan.

Wakil Ketua Kaderisasi IPPNU Baron, Yayang Enden, berharap kegiatan MAKESTA Zona 2 mampu melahirkan kader NU yang berkualitas dan berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya pemahaman serta pengamalan nilai-nilai ASWAJA, loyalitas terhadap NU, serta kesiapan kader untuk berperan aktif, kompetitif, dan bertanggung jawab dalam organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.

 

Pewarta : Siti Nur Aisyah